Posted by: gkashalom | 11 April 2009

SELAMAT DATANG

Jadwal Kegiatan Gereja

Jadwal Kegiatan Gereja

Syalom..!!

Puji syukur kepada Allah Bapa di surga karena kasih-Nya melimpah kepada kami jemaat GKA SHALOM Blitar dan kami dapat membuat blog GKA SHALOM Blitar sebagai media komunikasi, pengenalan gereja dan terutama untuk media pemberitaan Injil.

Kami menyadari bahwa apapun bisa Tuhan pakai untuk memperkenalkan, memberitakan injil kepada siapapun. Oleh sebab itu kami rindu sekali melalui media ini, kami bisa mengambil bagian dalam pemberitaan Injil kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini yang belum mengenal dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat Pribadi.

Kami mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang telah menyempatkan diri membuka blog GKA SHALOM dan kiranya kita semakin mengenal DIA sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat dan memperkenalkan DIA kepada seluruh umat manusia.

Akhirnya segala kemuliaan biarlah hanya untuk Tuhan.

(bagi yang ingin mengirimkan artikel, silahkan kirim ke gkashalom@gmail.com atau heri_ve@yahoo.com. terimakasih)

Posted by: herikris | 4 August 2010

DANGDUT, KARL MARX, DAN KEKRISTENAN

DANGDUT, KARL MARX, DAN KEKRISTENAN (Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div.)

DANGDUT, KARL MARX, DAN KEKRISTENAN

oleh: Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div.

Apa kaitan antara dangdut, Karl Marx dan Kekristenan? Rasanya kok terlalu mengada-ada ya! Tetapi nama Karl Marx, mbah komunisme itulah yang muncul dalam benak saya ketika menyaksikan pentas musik dangdut di televisi. Supaya tidak salah paham, bukan goyang ngebor atau patah-patah dari artisnya yang ingin kita bicarakan di sini, tetapi goyang lepas dari sebagian penontonnya itulah yang menarik untuk dipikirkan.

Mengapa dipikirkan? Terus terang saya jarang melihat jenis musik lain di Indonesia yang bisa membuat sebagian penontonnya lepas baju alias ote-ote, menari, dan berjoget di atas pundak orang lain selama pentas musik berlangsung. Wow…wajah mereka tampak tanpa beban, dan goyangan mereka selaras mengikuti irama. Betapa dahsyatnya kenikmatan psikologis yang dialami sebagian penikmat dangdut, apalagi jika artisnya manis dan genit seperti Dewi Persik.

Jadi apa dong kaitan dangdut, Karl Marx dengan Kekristenan? Mudah saja! Tanpa bermaksud menilai bagus tidaknya musik dangdut (karena saya bukan pakar musik), saya melihat jelas bahwa musik dangdut “berjasa” dalam menjadi semacam “opium/candu” yang membius sebagian penontonnya sehingga mereka bisa melepaskan beban kehidupan mereka untuk sementara waktu. Dalam aksi joget ria, lepas…bebas, masalah gaji yang rendah, kemarin dimaki-maki atasan, atau besok makan apa atau siapa… semuanya bisa ditinggalkan di rumah dulu. Yang penting joget dulu! Orgasme psikologis kan tidak dilarang! Kira-kira itulah penafsiran saya terhadap ekspresi SEBAGIAN penonton pentas dangdut. Tentu saja tidak semua penonton benar-benar lepas seperti itu, tetapi sebagian dari mereka jelas sekali menghayati dangdut sebagai musik “pelepasan beban psikologis”. Pengalaman pribadi penulis sebagai wong ndeso yang punya teman-teman hobi dangdut-an, mengkonfirmasi pendapat ini.

Nah, sampai di sini kaitan dangdut dengan Karl Marx, mungkin sudah mulai terbaca. Karl Marx (1818-1883) memiliki teori tentang agama sebagai candu bagi masyarakat. Bagi pemikir ateis yang amat berpengaruh ini, agama bersifat membius karena agama menimbulkan fantasi yang tidak nyata! Melalui agama, kepedihan dan penderitaan yang dialami masyarakat yang miskin (kaum buruh) dapat diringankan dengan fantasi tentang sorga, sebuah tempat di mana tidak ada lagi penderitaan dan penindasan. Agama bersifat membius kesadaran orang khususnya si miskin, agar tidak iri kepada orang kaya, agar puas dengan pendapatannya yang minim, karena ada harta di sorga, kelak! Ya, agama membius mirip seperti dangdut membius. Kedua-duanya bisa membuat orang lupa daratan dan realitas. Bedanya, agama membius masyarakat dengan fantasi sorga, tetapi dangdut membius sebagian penonton dengan goyangan seksi dan mungkin fantasi porno!

Konsep Marxisme tentang agama ini tentu saja salah dan tidak terbukti dalam beberapa aspek yang paling mendasar. Sebagai orang kristen kita menolak tuduhan Marx bahwa Allah adalah hasil imajinasi manusia. Kita juga menolak keyakinan bahwa sorga adalah fantasi yang diciptakan manusia untuk meringankan beban wong cilik agar tidak melakukan pemberontakan terhadap golongan berduit. Kita harus maklum karena sebenarnya Marx memang bukan ahli agama, sehingga tampaknya ia tidak tahu bahwa tidak semua agama mengajarkan fantasi sorga. Bagi sebagian agama Yunani/Romawi kuno, hanya kaum penguasa dan ksatria yang memiliki keabadian jiwa; rakyat biasa hanya menjadi bayang-bayang (hantu). Marx juga salah ketika percaya bahwa agama akan lenyap ketika jurang antara si kaya dan si miskin bisa diatasi. Kita meragukan Marx yang percaya bahwa jika semua orang sudah makmur, maka masyarakat tidak memerlukan Allah dan agama. Ateisme dari Marx harus kita tolak secara tegas! Alkitab berkata “…Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik” (Mzm. 14:1). Marx termasuk orang bebal, bukan sekedar bodoh secara intelektual.

Tetapi, kontribusi positif Marx bagi umat beragama jelas! Marx menjadi lampu kuning bagi kita agar tidak menjadikan agama sekedar obat bius! Bagi kita, Marx menolong kita berefleksi “Apakah Kekristenan kita adalah candu yang membiuskan atau apa?”

Pengamatan menyedihkan yang saya temukan kadang-kadang mendukung pandangan Marx secara parsial. Sebagian orang Kristen memang punya mentalitas yang menjadikan agama sebagai candu yang membius. Sering kali dalam ibadah-ibadah Kristiani yang diharapkan adalah khotbah yang menghibur, menguatkan, menyegarkan, dan tentu lebih asyik lagi jika ada gelak tawa. Agak jarang, doa sebelum firman Tuhan diberitakan memohon kotbah yang menegur, membentuk karakter dan menyatakan kebenaran. Pergi kebaktian juga sering kali menjadi sarana pelepasan bagi kepenatan jiwa. Sumpek…yuk kebaktian aja! Kebaktian kadangkala jadi mirip pentas dangdut yang membius sebagian penonton dan candu yang meringankan beban hidup persis seperti pemikiran Marx! Lihat saja lagu-lagu yang laris dinyanyikan. Nuansanya terus menghibur kita dengan menggunakan konsep-konsep kepedulian dan kebaikan Allah. Ujung-ujungnya selalu kita yang untung dalam relasi dengan Allah. Kan…Allah peduli, rancangannya indah-buat KITA! Makin lama makin jarang, lagu-lagu yang agung, yang memuji kebesaran, keagungan, dan kekuasaan-Nya tanpa harus dikaitkan-kaitkan dengan keuntungannya bagi kita. Buku yang laris juga yang bicara tentang Heaven …tuh! Yah, di dunia kan susah, jadi paling enak bicara tentang sorga, membuat kita jadi lega!

Jika orang Kristen larut dalam pola-pola seperti ini, tidak mengherankan jika Kekristenan menjadi mandul, orang Kristen menjadi cengeng dan kebaktian menjadi tempat dugem spiritual. Daripada melampiaskan kelelahan hidup di tempat-tempat yang nggak genah, lebih baik kebaktian aja! Duh…sedihnya!

Akhir kata, semoga kita bukan bagian dari orang yang bisa dikritik Karl Marx, yaitu mereka yang menjadikan agama sebagai candu yang membius! Mari kita buktikan bahwa Kekristenan kita adalah bahan bakar yang menghidupkan karya di dunia, mempengaruhi masyarakat sekitar (bdk. konsep Weber), sambil tetap menanti Heaven yang memang real!

Sumber: e-mail yang dikirim langsung dari penulis

Profil Penulis:
Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div. adalah Kepala Pusat Kerohanian (Pusroh) dan dosen Filsafat Agama dan Christian Worldview di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi (S.E.) di UK Petra, Surabaya dan Master of Divinity (M.Div.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang. Beliau mendapat sertifikat dari Ravi Zacharias International Ministry, Academy of Apologetics, India.

Editor dan Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio

Kebaktian alam terbuka Pemuda-Remaja GKA Shalom di Serah Kencong

Tanggal 28 Mei 2010 komisi remaja GKA Shalom Blitar mengadakan acara kebaktian padang bersama di daerah Sirah Kencong  – Doko. Acara ini merupakan program komisi pemuda remaja untuk mengisi liburan.  Acara yang dikemas semi petualang dimulai dari gereja menuju ke tempat lokasi selama hampir 2 jam.

Perjalan yang melewati jalan terjal cukup membuat peserta terhibur karena mobil yang terus bergoncang selama perjalanan.  2 mobil yang berisi total 30 anak terus merangkak naik ke lereng gubung Kawi bagian selatan barat.

Sampai di tempat acara, peserta disambut cuaca yang sangat cerah dan hawa yang sangat dingin. Kecapekan selama perjalan hilang seketika saat melihat hamparan pemandangan kebun teh yang hijau dan sejuk.

Setelah istirahat sebentar, acara ibadah padang segera dimulai. Acara yang langsung dipimpin oleh ev. Heri Kristanto dilaksanakan tepat diatas sebuah bukit terbuka. Pujian dan firman langsung dipimpin oleh ev. Heri Kristanto.

Setelah dipuaskan dengan firman Tuhan yang berisi tentang jati diri seorang anak Tuhan  harus bisa menjadi terang ditengah lingkungan, maka peserta segera menikmati hidangan makan siang yang telah dipersiapkan.

Acara ibadah ditutup dengan sesi photo bersama dan dilanjutkan dengan petualangan menuju ke air terjun.

Kebaktian Alam Terbuka

Kebaktian Alam Terbuka

Ibadah Alam Terbuka

Ibadah Alam Terbuka

Kebun teh Sirah Kencong

Kebun teh Sirah Kencong

Air Terjun Alami Sirah Kencong

Air Terjun Alami Sirah Kencong

Perjalanan ke air terjun yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit merupakan pengalaman yang luar biasa karena jalan menuju air terjun masih benar-benar alami. Peserta harus menunggu pembuka jalan untuk menyingkirkan segala rintangan yang ada di depan. Rasa lelah tidak terasa sama sekali karena kebersamaan yang indah dan pemandangan yang luar biasa indah. Sesampai di air terjun, peserta betul-betul menikmati kesejukan air yang boleh dibilang sangat dingin.

Setelah hampir 40 menit menikmati air terjun, akhirnya peserta beranjak pulang. Para sopir dengan setia sudah menunggu dan menghantarkan kami kembali ke Blitar.

Terimakasih Tuhan Yesus yang telah menyertai acara ini. Sampai bertemu tahun depan.

Posted by: herikris | 12 July 2010

Sekolah Alkitab Liburan 2010 GKA Shalom Blitar

Tanggal 28-30 Juni 2010 komisi sekolah Minggu GKA Shalom mengadakan Sekolah Alkitab Liburan. Kegiatan ini diadakan untuk mengisi liburan sekolah sekalian untuk menambah iman dan ketaatan anak-anak sekolah minggu.
Acara SAL kali ini diadakan di gereja dan di bendungan Serut pada hari terakhir.

Acara di Serut

Acara di Serut

Acara di bendungan serut

Acara di bendungan serut

SAL

SAL di serut

Posted by: gkashalom | 26 January 2010

Natal Pemuda – Remaja Marturia

Pada hari Senin tanggal 28 Desember 2009, komisi pemuda remaja mengadakan natal bersama. Acara natal kali ini diberi tema ” Jesus my savior has come to me” dengan pembicara Pdt. Agung Gunawan dari ITA Lawang.

acara yang dimulai pukul 5 sore tersebut dihadari oleh sekitar 100 anak pemuda remaja. beberapa gereja sahabat juga hadir dan mempersembahkan pujian diantaranya:  GKA Sabda Mulia Wlingi, GKA Donomulyo, GKI Rembang, GKI Tlogo, dan tidak ketinggalan pos pi Purworejo.

Drama pos pi

Drama pos pi

pdt. Agung Gunawan

pdt. Agung Gunawan

persembahan dari gka donomulyo

persembahan dari gka donomulyo

dari gka wlingi

dari gka wlingi

Posted by: gkashalom | 2 January 2010

Natal Umum

Natal umum kali ini dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2009. Dengan pembicara Pdt. Kornelius (rektor ITA Lawang) acara natal dihadiri sekitar 350 orang. Aula Damai penuh sesak sepanjang acara. Namun kami bersyukur suasana tidak terlalu panas karena hujan turun sangat deras. (berita selengkapanya menyusul). berikut photo-photo natal umum GKA Shalom.

Dekorasi

Dekorasi natal umum yang di design oleh cik Mega

 

undangan dan jemaat

undangan dan jemaat

 

jemaat dan undangan

jemaat dan undangan

 

lantai dua penuh dengan jemaat dan undangan

lantai dua penuh dengan jemaat dan undangan

 

Angklung sekolah Minggu

Angklung sekolah Minggu

 

tari kipas pemuda remaja

tari kipas pemuda remaja

Older Posts »

Categories